Pace Yaklep dan pace Kon dong dua dalam pesawat, pas su terbang, pilot sampaikan 1 dari 4 pu mesin pesawat rusak diharap penumpang tenang.
Tra lama kemudian, pilot umumkan ke-2 kali, mesin ke-2 rusak tetap tenang.
Baru setengah jam kemudian pilot umumkan. Kali ini mesin ke-3 rusak. Pilot pu permintaan penumpang tetap tenang karena hanya terlambat 1 jam.
Pace Yaklep su keringat dan slalu berdoa didalam pesawat. Karena su jengkel Pace Yaklep mengumpat, "Pesawat sialan. Klo mesin keempat mati, bisa semalaman kita di atas sini terbang."
Yaklep su rasa stress, karena, kalau lia orang sedikit kabur atau tra jelas, karena dia pu mata su rusak, makanya dia pergi ke optic mo beli kaca mata.
Pelayan : "Siang pace, ada yang bisa di bantu?"
Yaklep: "sa pu mata su rusak, coba ko cari kaca mata yang pas kah...†Pelayan : "pace so pernah pake kacamata kah?"
Yaklep: "Ohh..belum...."
Pelayan : "Kalu bagitu torang periksa dulu. Mari Pace, torang ke tampa periksa."
Pelayan : "Pace, ini huruf apa?" (sambil tunjuk tu huruf yang sediki basar)
Yaklep: "aduh… tra jelas..."
Pelayan : "Kalu huruf ini?" (Sambil tunjuk huruf yang lebih basar)
Yaklep : "Masih kurang jelas..."
Pelayan : "aduh.. pace ini sudah huruf yang paling besar. Coba lihat lagi huruf apa ini?" (sambil tunjung huruf yang basarnya sama deng piring)
Yaklep: "Sama saja...masih tra jelas"
Pelayan : (sambil garu-garu kapala karena bingung) "Kenapa dari tadi pace ko bilang tra jelas terus, baru bagaimana ini?â€
Yaklep: "habis, sa tra pernah sekolah jadi, bagai mana sa mau tau itu huruf apa...?"